20 Mei 2022

4 Tips Membuat Inovasi dalam Bisnis, Pengusaha Wajib Tahu !

Dilansir dari detik.com

Persaingan bisnis saat ini semakin ramai. Sehingga, masing-masing bisnis harus saling berlomba untuk menciptakan inovasi demi mempertahankan eksistensinya.Penggunaan inovasi bisa menjadi langkah yang tepat, untuk menghadapi persaingan, dan dinilai cukup efektif untuk memenangkan pasar.
Tidak adanya inovasi akan membuat konsumen merasa bosan, meninggalkan produk tersebut, hingga bisa dipastikan bisnis akan tenggelam di tengah ketatnya persaingan. Inilah yang mendorong para pelaku usaha, baik skala kecil maupun besar dituntut untuk selalu berinovasi untuk meningkatkan daya saing produknya.

Lalu, bagaimana membuat inovasi dalam bisnis?

Tips Membuat Inovasi dalam Bisnis
Berikut adalah 4 tips untuk inovasi membuat bisnis yang dikutip dari catatan berita detikcom, dari seorang motivator dan pakar marketing Indonesia, Tung Desem Waringin:

1. Memanfaatkan Teknologi
Teknologi modern memberikan kontribusi yang signifikan, dalam hal proses produksi dan operasional bisnis. Manfaat dari adanya kemajuan teknologi, juga bisa membuta kita menjadi lebih produktif. Sehingga, nantinya bisa menghasilkan produk yang bermutu, serta mengurangi risiko kerja seperti human error.

2. Ciptakan Produk Unik
Salah satu inovasi yang bisa lakukan adalah dengan menciptakan produk yang unik. Dengan demikian, produk kamu bisa memiliki daya saing yang tinggi. Selain itu, ksmu juga bisa mengembangkan produk yang sudah ada, agar memiliki nilai tambah, dengan meningkatkan kualitas, meng-upgrade fitur, atau memperbaiki bentuk supaya lebih menarik.

3. Memberikan Pelayanan Khusus
Memberikan pelayanan khusus pada konsumen merupakan inovasi, yang bisa lakukan. Supaya, konsumen tetap setia dengan produk kamu. Misalnya, memberikan kemudahan dalam bertransaksi secara online maupun gratis ongkos kirim.

4. Upgrade Skill Sumber Daya Manusia
Dalam menciptakan produk yang inovatif, dibutuhkan tenaga kerja yang kompeten dengan kreativitas yang tinggi. Untuk itu, yang harus diingat oleh pelaku usaha adalah melakukan upgrade skill, pengetahuan, dan karyawan sebelum membuat produk yang inovatif.

Penerapan strategi inovasi ini sangat penting, untuk meningkatkan daya saing bisnis.

Tautan Sumber : detik.com

Mengenal Apa Itu QRIS: Cara Membuat, Menggunakan, dan Syaratnya

source : qris.id

Metode pembayaran digital saat ini tengah menjadi tren, seiring pesatnya perkembangan teknologi. Terlebih, kebanyakan masyarakat yang ingin praktis dan efisien saat melakukan pembayaran. Bank Indonesia (BI) telah meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking, yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS memungkinkan semua orang yang punya alat pembayaran baik e-wallet sampai mobile banking bisa melakukan transaksi.

Apa itu QRIS? 

Dilansir dari laman resmi BI, QRIS yang dibaca KRIS, adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan BI agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS. Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara manapun, baik bank dan non-bank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat. Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI. Penyelenggara QRIS yang sudah berizin BI dapat dilihat di sini. Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya.

Cara pembayaran menggunakan QRIS
1. Konsumen dapat memilih dan mengunduh aplikasi pembayaran yang terpasang pada ponsel mereka.
2. Selanjutnya, konsumen melakukan registrasi ke salah satu penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) dan memastikan tersedianya saldo untuk melakukan transaksi.
3. Melalui aplikasi, selanjutnya konsumen melakukan scan QRIS pada merchant, memasukkan nominal transaksi, dan melakukan otorisasi transaksi.
4. Lakukan konfirmasi pembayaran kepada penyedia barang atau jasa.

Sebagai catatan, tidak ada biaya tambahan bagi konsumen saat melakukan pembayaran melalui QRIS.

Cara mengetahui QRIS aman untuk di-scan 

Konsumen harus membudayakan untuk menggunakan pembayaran QR dan memverifikasi keakuratan tiap kali melakukan pembayaran. Saat mengunduh aplikasi pembayaran menggunakan QRIS, konsumen hanya boleh menggunakan aplikasi PJSP yang authorized sesuai ptunjuk masing-masing PJSP. Aplikasi PJSP memiliki fitur keamanan untuk membantu mendeteksi dan mencegah fraud transaksi ke merchant palsu. Setelah memindai QRIS, konsumen harus memeriksa bahwa nama merchant yang ditampilkan pada aplikasi pembayaran cocok dengan nama merchant yang ditampilkan di atas label QRIS. Setelah pembayaran berhasil, konsumen segera menerima notifikasi pembayaran. Demikian pula, pedagang juga akan menerima notifikasi.

Cara mendapatkan QRIS bagi merchant
1. Apabila belum memiliki akun, buka terlebih dahulu dengan datang ke kantor cabang atau mendaftar online pada salah satu PJSP penyelenggara QRIS yang terdaftar.
2. Lengkapi data usaha dan dokumen yang diminta oleh PJSP tersebut
3. Tunggu proses verifikasi, pembuatan Merchant ID dan pencetakan kode QRIS oleh PJSP
4. PJSP akan mengirimkan sticker QRIS
5. Install aplikasi sebagai merchant QRIS.
6. PJSP melakukan edukasi kepada merchant mengenai tata cara menerima pembayaran.

Skema dan biaya dalam melakukan transaksi QRIS ditetapkan oleh BI dengan rekomendasi dari perwakilan penyedia aplikasi pembayaran dengan QR code. 

Lebih lanjut mengenai hal ini dapat ditanyakan kepada penyedia aplikasi saat mendaftar menjadi merchant QRIS.

Syarat menjadi penyelenggara QRIS 

Semua penyelenggara QR Code wajib mendapat persetujuan Bank Indonesia untuk menerapkan layanan bebasis QR dan mengacu pada ketentuan mengenai QRIS yang berlaku.

Syarat utama antara lain keandalan sistem dan aplikasi, kemampuan mengindentifikasi, dan memitigasi risiko, kemampuan melindungi nasabah seperti dispute resolution yang mudah.

Selanjutnya, yakni kemampuan memonitor transaksi di merchant dan nasabah yang mumpuni serta proses registrasi (KYC) nasabah dan merchant yang benar.

Manfaat QRIS Bagi pengguna aplikasi pembayaran:
– Cepat dan kekinian
– Tidak perlu repot lagi membawa uang tunai
– Tidak perlu pusing memikirkan QR siapa yang terpasang
– Terlindungi karena semua PJSP penyelenggara QRIS sudah pasti memiliki izin dan diawasi oleh Bank Indonesia.

Manfaat QRIS Bagi merchant:
– Penjualan berpotensi meningkat karena dapat menerima pembayaran berbasis QR apapun
– Meningkatkan branding
– Kekinian
– Lebih praktis karena cukup menggunakan satu QRIS
– Mengurangi biaya pengelolaan kas
– Terhindar dari uang palsu
– Tidak perlu menyediakan uang kembalian
– Transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat setiap saat
– Terpisahnya uang untuk usaha dan personal
– Memudahkan rekonsiliasi dan berpotensi mencegah tindak kecurangan dari pembukuan transaksi tunai
– Membangun informasi credit profile untuk memudahkan memperoleh kredit ke depan.

Tautan Sumber : kompas.com

Artikel Lainnya